Category Archives: Sistem Digital 2

Programmable Peripheral Interface ( PPI ) 8255

Pengenalan PPI 8255

Programmable peripheral interface ( PPI ) 8255 adalah chip antarmuka 24 bit ( 3 port ) yang dapat diprogramkan sesuai keinginan kita.

PPI 8255 merupakan chip yang paling banyak digunakan untuk interfacing komputer yang dihubungkan ke port ISA komputer.

Anda juga dapat memesan card PPI 8255 dibeberapa toko electronic atau perusahaan chip elektronik.

Read the rest of this entry

Advertisements

Stack dan Macro

stuck

Stack

Stack adalah sebuah tempat penyimpanan data sementara dengan proses simpan data dengan menggunakan LIFO ( last in first out ).

Sebagai contoh :

Register SS dan SP menunjukan tempat tersebut dengan menuliskan perintah SS : SP .

Kode tersebut menyebabkan register SS menjadi segment register SS menjadi offset.

Read the rest of this entry

Rangkaian Logika Sekuensial


novtanis blog logo

Definisi Rangkaian Logika Sekuensial :

Rangkaian logika sekuensial adalah rangkaian logika yang keadaan outputnya dipengaruhi oleh input dan kondisi rangkaian saat itu. Bentuk dasar dari sekuensial adalah flip-flop. Beberapa jenis flip-flop yaitu : flip-flop R-S, flip-flop D, flip-flop J-K, dan flip-flop T.

  • Flip-Flop R-S

Flip-flop R-S merupakan jenis flip-flop yang paling sederhana dan merupakan dasar dari rangkaian flip-flop.

Read the rest of this entry

Perancangan Rangkaian Logika

rangkaian gerbang logika

rangkaian logika

Rangkaian Logika terdiri dari :

Suatu rangkaian yang keluaranya hanya bergantung pada masukan – masukan saat ini.

Suatu rangkaian yang tidak hanya bergantung pada masukan masa kini , tapi bergantung pula pada masukan masa lalu.

Perancangan Rangkaian Logika Kombinasional

  1. Penjabaran ide
  2. Menentukan jumlah variable input dan output yang dibutuhkan.
  3. Mengimplementasikan ide ke dalam tabel kebenaran.
  4. Penyederhanaan fungsi Boolean
  5. Implementasi kedalam rangkaian logika.

Read the rest of this entry

Rangkaian Logika Kombinasional

matematika rangkaian logika kombinasional

Ringkasan Materi :

Rangkaian logika kombinasional adalah sebuah rangkaian yang level logika keluarannya tergantung pada kombinasi dari level logika masukannya. Rangkaian logika kombinasional tidak memiliki sifat penyimpanan ( memory ), sehingga nilai keluarannya tergantung dari nilai masukan yang diberikan.

Beberapa rangkaian kombinasional adalah rangkaian multiplekser dan demultiplekser, rangkaian dekoder dan enkoder, rangkaian pembanding, penjumlahan dan pengurang.

Multiplekser ( MUX ) adalah rangkaian logika yang digunakan untuk memilih informasi biner dari beberapa masukan data (D0, D1,….Dn) dan disaluran ke satu keluaran Y.

Demultiplekser ( DEMUX) adalah suatu piranti untuk memilih satu keluaran dari beberapa keluaran yang tersedia.

Dekoder adalah untai yang mengkonversi kode masukan biner n bit menjadi 2n jalur keluaran yang berbeda.

Encoder (penyandi) adalah untai kombinasional yang digunakan untuk membangkitkan kode biner keluaran untuk n masukan yang berbeda.

Read the rest of this entry

Teknologi Logika

Paramenter dan Batasan Logika

Komponen-komponen logika yakni gerbang-gerbang dan memori biasanya dikemas pada sebuah IC (integrated circuit) ataupun chip. Dua teknologi dasar dalam IC digital adalah bipolar dan MOSFET (metal oxide semi konduktor field effect transistor).

Suatu keluarga digital merupakan komponen yang kompatibel dengan tingkat logika dan catu tegangan yang sama. Desain yang digunakan pada masa lalu adalah DTL yang memakai dioda dan transistor.
Desain TTL yang menggunakan transistor saat ini menjadi keluarga yang paling popular dalam serpih SSI dan MSI.  Sedangkan ECL merupakan keluarga logika tercepat yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi.
  • SSI Teknologi kepadatan IC  yang terdiri dari 1-10 gerbang
  • MSI Teknologi kepadatan IC  yang terdiri dari 10-100 gerbang
  • LSI Teknologi kepadatan IC  yang terdiri dari 100-100.000 gerbang
  • VLSI Teknologi kepadatan IC  yang terdiri dari 100.000 gerbang lebih dalam setiap serpih
Parameter Gerbang Logika
  • Disipasi daya adalah daya yang dikonsumsi suatu gerbang secara penuh digerakan oleh masukannya
  • Fan in adalah cacah gerbang logika serupa yang dapat dihubungkan ke masukkan tanpa menimbulkan arus  penurunan arus tegangan
  • Fan out adalah cacah gerbang logika yang biasa dioperasikan tanpa menyebabkan penurunan arus tegangan
  • Waktu tunda merupakan selisih waktu antara diberikannya pulsa masukan ke piranti logika dan perubahan keadaan logika yang terjadi
  • Kekebalan derau adalah tegangan derau maksimum yang diperoleh masukan tanpa menyebabkan perubahan pada keluaran

Read the rest of this entry

Register Geser (shift register)

Register Geser (shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang paling banyak digunakan didalam sistem digital. Register Geser dikelompokan sebagai urutan rangkaian logika, dan oleh karena itu register geser disusun dari flip flop.
Register geser digunakan sebagi memori sementara dan untuk penggeseran data kekiri atau kekanan, register geser juga digunakan untuk mengubah data seri ke paralel atau data paralel ke seri.
Disamping penggeseran karakteristik, kalkulator tersebut juga menunjukan suatu karakteristik memori (memory characteristic). Kunci kalkulator ( misalnya kunci 2) tersebut ditekan dan dilepaskan, tetapi angka tersebut masih terlihat pada peraga. Registermengingat” kunci mana yang ditekan. Karakteristik memori  sementara ini adalah sangat penting dalam rangkaian digital.
Kelemahan register geser beban-seri adalah bahwa untuk membebani register tersebut diperlukan banyak pulsa detak. Suatu register geser beban-paralel membebani semua bit informasi dengan segera.

Konversi Digital to Analog dan Analog to Digital

Sinyal digital merupakan sinyal yang berubah secara berkesinambungan dari tegangan atau arus minimum ke maksimum. Tugas pengubah D/A ialah mentrasformasikan masukan digital menjadi keluaran analog.

Penguat operasional merupakan penguat yang serba guna dan mempunyai karakteristik-karakteristik yang penting sebagai berikut:

1. Impedansi masukan tinggi

2. Impedansi keluaran rendah

3. Penguatan tegangan berubah-ubah yang diset oleh harga resistor eksternal

Pengubah analog ke digital (pengubah A/D) membalik proses dari pengubah D/A. Tegangan analog yang tak diketahui dimasukkan kedalam pengubah A/D, dan akan muncul keluaran biner yang bersangkutan. Keluaran biner tersebut berbanding lurus dengan masukan analog.

Penggunaan IC AD

Pabrik menghasilkan ratusan pengubah analog ke digital yang berbeda dalam bentuk IC. Dengan menggunakan teknologi CMOS modern, banyak gambaran yang dapat ditambahkan terhadap perubahan A/D IC sementara yang penghamburan daya tertahan dan pembayarannya dengan level yang rendah.

Read the rest of this entry

Aritmatika Biner dan Rangkaian Aritmatik

Rangkaian digital merupakan hal yang umum dalam banyak system digital. Akan kita tunjukkan bahwa, rangkaian logika kombinasional yang agak sederhana akan dapat menambahkan, menerangkan, mengalihkan dan membagi.

Operasi Aritmatika adalah seperti :

  • Penambahan
  • Pengurangan
  • Perkalian dsb

Read the rest of this entry

Pengubah Kode Sistem Digital 2

Salah satu aplikasi dari gerbang logika dalam sistem digital ialah sebagai pengubah kode, kode yang biasanya digunakan adalah biner, BCD (8421), oktal, hersadesimal dan  desimal. Tugas pengkode pada kalkulator ialah mengubah suatu masukan desimal menjadi angka BCD (8421).
Pengkodean : BCD to Decimal
Pendekode dapat di anggap sebagai kebalikan dari suatu pengkode.
Pengkodean : BCD to 7 Segment
Tugas umum dari suatu rangkaian digital ialah mendekodekan dari bahasa mesin ke bilangan desimal. Peralatan keluaran yang biasa di gunaka unutk memperagakan bilangan desimal adalah peraga tujuh segmen, yang di tunjukan pada gambar di samping
Peraga tujuh segmen dapat di buat dengan beberapa cara. Tiap tujuh segmen tersebut dapat berupa filamen tipis yang berpijar. Jenis peraga ini disebut peraga pijar